EdufastingLPJUncategorized

LPJ Edufasting ke-11, Tahun 2021

Assalamualaikum wr wb

Dengan mengucapkan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala kegiatan Edufasting tahun 2021 telah selesai. Edufasting tahun 2021 diperuntukkan untuk para pengajar di panti asuhan, rumah singgah dan pesantren anak jalanan, yatim dan dhuafa. Kegiatan bertemakan “Kiat-kiat Membangun Jiwa Anak Menjadi Warga Digital yang Sehat” selesai dilaksanakan pada tanggal 8-9 Mei 2021.  Dengan adanya pandemi sejak awal tahun 2020 dan untuk mengurangi penyebaran virus corona, maka Edufasting tahun ini dikemas dalam bentuk yang berbeda yaitu mengadakan kelas daring untuk para pengajar di panti asuhan/rumah sinngah/yayasan  yang ada di Jabodetabek melalui aplikasi Zoom.

Peserta terdiri dari 50 peserta yang berasal dari 10 panti asuhan/rumah singgah/yayasan yang berlokasi di JABODETABEK untuk berkegiatan selama dua hari. Selama dua hari, ke-50 peserta diberikan ilmu, wawasan dan pengetahuan yang dibutuhkan para pengajar di masa pandemi ini agar dapat mengajar dan berkomunikasi secara efektif dan efisien dari narasumber yang berpengalaman serta pemberian sembako dan bingkisan lebaran kepada  kepada 10 panti asuhan/rumah singgah/yayasan dari peserta kelas daring. Kami juga mengadakan program pemberian bingkisan lebaran dan tunjangan hari raya kepada 50 guru di pelosok daerah yang telah mengabdikan diri tanpa pamrih untuk turut mengajarkan ilmu agama Islam maupun umum kepada anak anak yatim dan dhuafa.

Kegiatan

Kegiatan Edufasting hari pertama dimulai dengan pengenalan tentang Komunitas Lebah serta pemberian materi pertama ke peserta yang disampaikan oleh Kak Intan Erlita M.Psi, Psikolog, PBHC, CBHC, CHMP mengenai “Permasalahan Kejenuhan akan Pelajaran Daring”. Kak Intan yang merupakan seorang psikolog mengajak para peserta untuk dapat melihat masing-masing karakter anak didik dengan cara melihat dari tingkah lakunya sehingga dapat memberikan perhatian yang tepat bagi anak didik dan dilanjuti dengan sesi tanya jawab tentang keluh kesah dan suka duka menjadi seorang pengajar dalam mengahadapi tingkah laku murid-muridnya yang beragam.

 

Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi kedua oleh Mario Patrick dengan tema “Keterampilan Berkomunikasi untuk Pengajar”, Kak Mario Patrick merupakan seorang penyiar yang berpengalaman sebagai pemandu di beberapa acara TV membagikan ilmunya kepada para peserta agar dapat berkomunikasi dengan lancar, efektif dan efisien walau dalam kondisi yang terbatas pada masa pandemic seperti ini. Komunikasi sangat penting apalagi dimasa pandemi dimana jarak menjadi masalah untuk kita dalam berkomunikasi secara langsung, walaupun dengan teknologi sekarang komunikasi secara digital dapat di lakukan tetapi banyak orang yang tidak bisa secara maksimal memanfaatkannya, di sini lah Kak Mario memberikan ilmunya agar kita masih bisa berkomunikasi secara lancar walau jarak memisahkan.

 

Pada hari kedua, kegiatan di lanjutkan dengan sesi kreatif, di mulai dengan pemberian materi ketiga oleh Kak Budi Baik Budi, Kak Budi merupakan seorang pendongeng memberikan ilmu “Keterampilan Mendongeng bagi para pengajar” di sesi ini banyak gelak tawa yang terjadi karena kejenakaannya Kak Budi dalam mengajar, Hal ini memberikan pengalaman baru kepada para pengajar untuk dapat berkomunikasi secara kreatif yang salah satunya dapat disalurkan dengan mendongeng. Kak Budi memberikan cara kita menyampaikan suatu pesan dengan mendongeng yang membuat orang yang mendengarkannyapun menerima dengan mudah pesan tersebut.

Kemudian materi keempat yang merupakan materi terakhir diberikan oleh Kak Feriana Tiardina T.H dengan tema “Kreativitas Membuat Boneka dari Kaos Kaki”, disini peserta dengan serius dan kreatifitasnya membuat boneka dari kaos kaki dengan peralataan yang telah di siapkan sebelumnya dan di pandu oleh Kak Ana mereka dengan semangat membuat Boneka Kaos Kaki yang nantinya ilmu ini akan di ajarkan kepada anak didik mereka.

Kemudian acara di tutup dengan pembacaan doa dan foto bersama. Selain kelas daring, kami juga mengadakan program pemberian bingkisan lebaran dan tunjangan hari raya  kepada para guru di daerah. Kegiatan ini sebagai wujud apresiasi kami kepada para pahlawan tanpa tanda jasa. Ada 50 Guru dari 5 daerah yang mendapatkan bantuan berupa bingkisan dan tunjangan hari raya dan daerah tersebut berada di Sulawesi, Maluku, Palu, Bogor & Garut.

 

Laporan keuangan dapat dilihat disini.

Dokumentasi lengkap kegiatan ini bisa dilihat disini.

 

Atas suksesnya kegiatan ini, kami sangat berterima kasih kepada para narasumber yang telah memberikan ilmunya untuk para peserta Edufasting ke-11, sahabat Lebah atas donasi, dukungan dan kepercayaannya kepada kami, serta kepada Beezers yang senantiasa siap sedia mencurahkan tenaga, semangat, waktu dan pikiran untuk kelancaran kegiatan ini. Semoga apa yang telah kita lakukan dapat bermanfaat dan mendapatkan ridho dan rahmat dari Allah SWT. Akhir kata, kami mohon maaf sebesar-besarnya apabila terdapat kesalahan, baik yang disengaja ataupun tidak.

Demikian laporan ini kami sampaikan. Sampai jumpa di kegiatan Komunitas Lebah selanjutnya.

Wassalammualiakum, Wr.Wb

Salam Lebah, Bzzzzz…

Bersama Berbagi Peduli

 

Iqbal Hafiz,

Ketua Pelaksana Edufasting ke-11 Tahun 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *